Pages

Monday, August 08, 2011

Buka 'bukaan' bareng Gensblue

Tulisan ini saya catut dari kreativitas rekan Genblue, nick name nya Ade Donk. Tulisan-tulisannya slalu menarik inspiratif. maklum doi salah satu penikmat sastra. banyak tulisan yang telah ditelurkan hanya saja belum ada media yang pas untuk publikasinya. pada kesempatan ini saya mengutip tulisan-tulisan yang diperuntukan untuk warga Genblue. buat saya tulisan ini adalah souvenir dari teman untuk teman.

Euforia....
Betul, itu kesan yg dicitrakan dari istilah 'buka bersama' yg menjadi tren di bulan Romadhon, yg bagi kebanyakan orang, sekedar untuk menunjukkan eksistensi diri dalam berbagai komunitas. Demi meraih predikat sebagai makhluk komunal, gaul, peduli dan ngeksis habeeessss. Bagaimana tidak, Sahru Shiyam, yg semestinya menjadi bulan pembinaan ruhiyah, menjadi hilang kesakralannya dalam deretan piring2 jamuan di meja makan (yang sering menyisakan sampah mahal) dengan kesah 'wah'- yg tidak biasa, nafas yg semestinya menjadi alunan tasbih tak jarang menjadi ketawa-ketiwi yg mubazir, shalat Magrib dilaksanakan tergesa dan nyaris terlambat, panti asuhan, panti jompo dan lembaga sosial lain menjadi komoditas pelampiasan syahwat riya, para eksistensialis.
Begitu menurut gw yang galau. Dulu.

Sunday, August 07, 2011

Syair Keadaan

Syair menarik berikut Saya kutip dari buku Api dilawan Air: Sosok dan Pemikiran Munir, halaman 40. Hal menarik bukan saja dari isi syair tersebut melainkan dari si Pengarang. Widji Thukul, Seorang penyair dari Solo, peraih penghargaan Wertheim Encourage Award (1991) dan peraih Yap Thiam Hien Award (2002). April tahun 2000, Widji Thukul dilaporkan hilang oleh istrinya ke Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS).

Tuesday, July 26, 2011

Slalu ada ucapan Selamat buat Mu

Saat membaca postingan ini berarti, ucapan selamat hari lahir buat mu telah tersampaikan. Rasanya menyenangkan mendengar kabar, sudah berusia sekian, sudah berkeluarga, Insya Allah segera dianugerahi momongan, memiliki keluarga yang menyenangkan, memiliki pekerjaan tetap yang juga menyenangkan. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Limpahan nikmat, rizki sudah seyogianya disyukuri, bukankah Allah telah berjanji bahwa siapa yang bersyukur atas nikmat Nya, maka nikmat nya akan ditambah?
Menjadi sesuatu yang umum dan sudah diketahui oleh kebanyakanorang mengenai nikmat dan syukur, hanya saja pada pelaksanaanya yang masih jauh dari kata sesuai.
Harapannya adalah agar Kmu tetap menjadi apa-apa sesuai idealisme mu, namun tetap memperhatikan saran serta masukan orang-orang disekitarmu. Menyuskuri yang sudah ada dan berbagi dengan yang lain.

Smoga Allah slalu melimpahkan kebahagiaan serta kemampuan untuk slalu menyuskuri segala nikmat Nya.
Selamat hari lahir, dan Insya Allah selalu bahagia.

Monday, July 25, 2011

Menjumpai Ramadhan



Marhaban ya Ramadhan...
Lebih kurang seminggu ini akan datang tamu agung, bulan yang penuh berkah, rahmat, ampunan serta selaksa kebaikan di dalamnya.
Ramadhan akan menghampiri kita, mendatangi kita seperti tahun-tahun sebelumnya.

Pertanyaannya, akankah kita bertemu dengan Ramadhan minggu depan?
Atau Andaikata Allah masih bermurah hati pada kita untuk bersua dengan Agung nya Ramadhan seminggu di depan, akankah kita mau menemuinya?
Masihkah kita mengunci pintu-pintu jendela dan rumah kita atas kedatangannya? Atau menutup mata serta telinga atas panggilan serta seruannya kepada kita?
Maafkan Kami yang senantiasa cuek dan acuh terhadap Ramadhan Mu ya Allah.
Sungguh tak akan berkurang keagungan serta ke-Maha Kuasaan Mu andai tak ada manusia yang mau berjumpa dengan Ramadhan Mu esok.
Sudah sepatutnya Kita bergembira dengan kehadiran Ramadhan, bersuka cita dengan rahmah yang diturunkan di tiap detiknya ramadhan. Bersuka cita dengan dengan ampunan yang mampu mengangkat dosa disepanjang Ramadhan, janji dijauhkan dari jilatan neraka di tiap hembusan Ramadhan.
Ampuni kami ya Rabb, kepala Kami masih dipenuhi dengan hal-hal tersier diluar substansi Ramadhan Mu. Seharusnya kami malu karena Kami gembira akan datangnya Ramadhan, gembira karena setelahnya kami akan mudik ke kampung halaman Kami, karena Kami akan menyaksikan tayangan-tayangan religi di layar televisi Kami, karena Kami akan bersibuk ria dengan persiapan-persiapan menarik jelang lebaran.
Oh Ramadhan, Kami malu karena dari tahun ketahun tidak banyak hal yang Kami lakukan bersamamu. Boleh dikatakan kami mengalami grafik penurunan baik dari sisi kuantitas maupun kualitas dalam pelaksanaan ibadah-ibadah dalam Ramadhan Mu ya Allah.
Sudah saatnya kita melakukan peningkatan kuantitas serta kualitas ibadah Kita di Ramadhan tahun ini. Boleh jadi ini kesempatan terakhir kita bertemu dengan Ramadhan. Kesempatan terkahir untuk mendulang berkah di dalamnya.
Marhaban Ya Ramadhan.
Semoga kita menjumpai ramadhan kali ini dengan senyum.
Senyum kemenangan di tiap detiknya.

Monday, July 18, 2011

Slayer Sayang



Ini mengenai kain segi empat beraneka warna dan corak. Tidak kecil dan tidak juga besar, biasanya digunakan sebagai pelindung mulut dan hidung ketika berkendaraan roda dua. Dikenal dengan nama Slayer.

Benda ini sebenarnya biasa saja, namun buat saya memiliki arti lain.
Pekan lalu saya menerima sekaligus 4 slayer anyar, warna warni indahnya, putih, kuning, orange, dan merah jambu. Istri saya yang membelikan. Pesannya, ini dipakai tiap hari satu. Musti ganti slalu katanya.

Dari sekian banyak jenis pelindung mulut dan hidung, Dia memilihkan yang berbahan kain, alasannya biar mudah dicuci dan mudah digunakan.
Dulu saya tidak pernah memikirkan yang beginian. Tidak terlalu tertarik soal kebersihan dan keteraturan.

Ini bukan lagi mengenai kain segi empat beraneka warna dan corak. Ini soal kasih sayang kawan. Perhatian pasangan terhadap belahan hatinya.
Hal kecil terkadang membuat hidup lebih hidup. Saya membayangkan ketika berjibaku dijalan berslayer aneka warna, istri saya turut serta berkendara.

Saya kira hal-hal semacam ini yang meningkatkan temparatur sayang dihati tuk istri.

Lakukan hal-hal kecil sekarang maka Anda akan memperoleh hal-hal besar kemudian.

Thursday, June 16, 2011

Tentang mood

Beberapa ungkapan mengenai mood kerap terdengar.
“lg ga mood neeh”
“ntar za gw kerjain klo mood nya dah dateng”
Sepintas terlihat arti mood disana adalah suatu kemauan untuk melakukan sesuatu yang dipengaruhi oleh suasana hati.
Mood sudah sering menjadi kambing hitam, alasan ketika tidak menyelesaikan pekerjaan atau apapun pada seseorang.
Pokonya jika tidak dalam mood terbaik banyak hal-hal negatif yang biasanya ditimbulkan.
Berkebalikan dengan mood yang tidak baik, positive mood juga akan berbanding lurus dengan hal-hal positive yang dikerjakan.
Saya mencatat bahwa mood terkait erat dengan insiprasi. Keduanya berasal dari Allah.
Hanya Dia lah yang mampu menentukan apakah kita dalam mood yang baik atau sebaliknya. Hanya Dia. Semua tergantung kehendak Nya.
Naah, lalu bagaimana kita menentukan mood kita sendiri?
Seperti kehidupan secara keseluruhan semuanya sudah diatur, namun ada bagian kita yang tetap diperhitungkan dalam menjalani hidup tersebut.
Mengenai mood juga sudah ditentukan oleh Allah, tugas kita adalah berikhtiar tuk mendapat yagn terbaik.
Naaah tentang usaha untuk mendapat mood yang terbaik, ada beberapa hal yang saya lakukan:
1. Berdoa
2. Tidur lebih awal, bangun lebih awal tuk mood baiik dipagi hari
3. Dengerin lagu kesukaan dipagi hari
4. Minum kopi

Itu za, biasanya slalu in the mood klo salah satu atau beberapa itu dilakuin.
Selamat mencoba

Monday, January 03, 2011

Tentang cita-cita dan mimpi

Beberapa waktu lalu saya ikut pelatihan Professioonal PhoneCourtessy, diawal pelatihan trainer mengajarkan kepada saya tentang mimpi dan cita-cita, sungguh menarik.
Bagaimana seseorang bermimpi, bercita-cita merupakan turning point pembelajaran. Sungguh menarik sekali.
Dalam perjalanan mengenai mimpi dan cita-cita saya diingatkan kembali tentang apa-apa yang pernah menjadi mimpi dan cita-cita saya. Mimpi-mimpi yang belum terwujud, cita-cita yang belum tergapai.
Kemampuan membuat mimpi merupakan cikal bakal kesuksesan seseorang, tentunya dengan memperhatikan relatifitas dan kenisbisan mimpi-mimpi tiap orang yang berbeda.
Di Sekolah Dasar ketika ditanya “apa cita-citamu” spontan saya akan menjawab “Ingin menjadi orang yang berguna bagi Nusa, Bangsa dan Agama”, mantap sekali bukan?
Mimpi-mimpi di usia SD buat saya adalah mimpi-mimpi menjadi orang yang berguna, bagi lingkungan, bagi masyarakat apapun itu.
Entah menjadi dokter, astronot, mentri, arsitek, hansip, tukang buat jalan, penyuluh pertanian, guru ngaji dan lain-lainya.
Sebuah mimpi yang absurd yang berujung kelak dimasa depan, seolah berbicara menjadi apapun kelak tak masalah yang penting berguna bagi Nusa Bangsa dan Agama. Itu saja.
Lain di Sekolah Dasar lain ketika saya duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama. Disana suasana puber anak tanggung kental terasa. Pertanyaannya masih sama “apa cita-citamu” spontan saya tidak akan menjawab “Ingin menjadi orang yang berguna bagi Nusa, Bangsa dan Agama”. Kali ini jawaban berbeda tentunya yang dikemukakan. Bisa menebak? Masih normatif, pengaruh lingkungan sangat berpengaruh, kebetulan waktu itu saya sangat tertarik dengan pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sejarah sehingga jawaban yang keluar dalam benak saya adalah “Saya akan menjadi profesor , klo ngga Astronot, ahli Biologi, fisikawan atau seorang arkeolog kalo ngga menjadi seorang sejarawan yang terkenal”.
Mantap sekali bukan?
Cita-cita fundamental yang menggebu dimasa itu. Matematika dan sejarah apapun menjadi hidangan wajib tiap hari. Mimpi waktu itu adalah kerja seperti orang-orang pintar di TV, di laboratorium atau diperpustakaan besar dengan berbagai macam peralatan yang waaah.
Zaman SMU klo ditanya mengenai cita cita dan mimpi sudah berbeda dengan zaman Sekolah Dasar ataupun SMP. Di masa SMU tingkat kedewasaan sudah berubah, levelnya lebih tinggi dibanding tingkat sebelumnya. Perumusan akan cita-cita dan mimpi lebih komfrehensif dan lebih detail dan terfokus.
Seperti sebelumnya jika disodorkan pertanyaan “apa cita-citamu?” jawaban kali ini lebih terarah, simple. “Saya ingin menjadi Kyai”!
Jangan tanya kenapa.
Waktu itu yang pasti teramat sangat ingin jadi Kyai.
Mimpinya adalah menjadi seorang orator seperti Sukarno, Zainudin, Abdulah Gymnastiar dkk.
Mimpi yang minimal bisa diwujudkan melalui khutbah jumat!
Cita-cita dan mimpi itu dinamis rupanya. Bisa berubah kapanpun. Dipengaruhi oleh keadaan dan lingkungan utamanya. Mulai dari cita cita “Ingin menjadi orang yang berguna bagi Nusa, Bangsa dan Agama” kemudian mimpi ingin “Saya akan menjadi profesor , klo ngga Astronot, ahli Biologi, fisikawan atau seorang arkeolog kalo ngga menjadi seorang sejarawan yang terkenal”, terakhir di masa SMU “ingin menjadi Kyai”.
Klo diperhatikan sangat-sangat berbeda satu sama lainnya. Bukti bahwa cita cita dan mimpi seorang dinamis.
Oh ya satu bulan lalu saya bercita cita dan bermimpi menjadi seorang penulis.
Tadi pagi saya bercita-cita sekaligus mimpi untuk menjadi kepala dari kepala sekolah. Saya ingin punya sekolah di tahun 2020.

Monday, November 01, 2010

Sulis


Sulis, sebut namanya seperti itu. Sulis karena dilahirkan hari selasa. Itu saja alasannya.

Kurang lebih usia 4 bulan, tidak sempat tumbuh lebih besar karena Allah berkehendak lain. Di hari selasa Allah berkehendak agar Sulis dikeluarkan dari rahim Ibundanya melalui proses kuret.

Sulis merupakan anak ketujuh dari 7 bersaudara yang jika (dengan izin Nya) dapat tumbuh bersama saling mengasihi.
Selasa lalu merupakan hari yang begitu kelam untuk bunda yang tidak sadar bahwa dirinya mengandung, juga tidak sadar bahwa dirinya mengalami keguguran.

Sulis yang tidak pernah diketahui jenis kelaminnya. Selain keinginan Bunda yang ingin memiliki anak perempuan. Sulis malang yang tidak sempat tumbuh menjadi besar. Menjadi buah hati bagi Bunda.

Sulis yang dilahirkan hari selasa dan berpulang di hari yang sama.

Sulis namanya.

Tuesday, July 27, 2010

Ucapan buat mu

Hari ini mungkin terasa spesial untuk kamu sayang. Hari yang menjadi penanda kamu ada di dunia. Hari yang bagi sebagian orang adalah istimewa. Hari yang senantiasa ditunggu tiap tahunnya untuk diperingati, dirayakan dengan segenap pernak pernik. Aku tau kamu tidak menyukai bentuk-bentuk perayaan, tidak suka akan kefoya-foyaan dan hura-hura. Kamu tuh lebih suka untuk sendiri pada saat-saat seperti ini.
Dalam kesendirian kamu lebih tenang untuk menafakuri arti keberadaan mu di dunia ini. Dalam sendiri kamu leluasa untuk berfikir mengenai hidup serta kehidupan kamu. Yaah begitulah kamu, saat-saat seperti ini memang kamu lebih baik unutk menyendiri, di luar kebiasaan kmu yang aktif sana sini.
Kamu sudah makan sayang? Jawabmu biasanya hanya senyum, pertanda kamu sedang tidak makan hari itu. Tapi jawabmu hari ini lain. Tidak seperti biasanya. Kamu bilang hari ini bukan hari yang biasa seperti hari untuk menahan diri dari makan dan minum. Kamu bilang beberapa orang sering berpuasa di hari kelahirannya, tidak untuk kamu. Tidak ada jenisnya yang seperti itu, tutur kamu beberapa saat kemudian.
Ya ya ya aku mengerti, sesuka kamu lah. Toh kamu tau aku pasti mengiyakan apa katamu.
Unutkmu yang selalu ceria, untukmu yang slalu enerjik, penuh beragam aksi, unutkmu yang senantiasa tersenyum dipagi hari mentari.
Untuk mu sayang, aku doakan yang terbaik untukmu.
Semoga engkau cepat menemukan apa yang kamu cari.
Sebuah ucapan tulus dariku semoga Allah merahmati sisa hidupmu, tentunya tidak berlebihan khan?

Wednesday, July 21, 2010

Informal Leader

Dalam kehidupan berorganisasi kerapkali struktur-struktur kepemimpinan yang telah ditetapkan secara legal formal kalah oleh kepemimpinan yang sifatnya tidak terstruktur, tidak legal atau dengan kata lain informal. Informal Leader barangkali itu istilah yang tepat unutk mengartikan kondisi dimaksud. Bentuk dari kepemimpinan informal adalah bias, tidak teratur namun kuat dan efektif.
Situasi dan kondisi sering menyebabkan sosok-sosok seperti ini tidak menempati posisinya, tidak berada pada posisi memimpin seperti naluriahnya. Dilahirkan untuk memipin barangkali ini istilah yang tepat untuk menggambarkan informal leadership. Tidak memerlukan media-media formal untuk menunjukan kekuasaanya. Bentuk dari kepemimpinan jenis ini bisa bermacam-macam, lingkup dan areanya pun bisa dimana saja dan kapan saja.

Dalam pemerintahan, organisasi-organisasi kemasyarakatan, partai politik, lingkungan kampus dan sekolah, masyarakat umum dan tempat-tempat lainnya informal leader muncul. Membentuk koloni-koloni tanpa identitas yang mampu bergerak secara efektif dan efisien. Pemimpin jenis ini pendapatnya didengar, perbuatannya kerap kali ditiru atau minimal dijadikan acuan serta parameter bagi yang lain. Hal inilah yang menyebabkan posisi informal leader kuat serta menentukan arah dari suatu organisasi.

Contoh informal leadership barangkali dapat kita lihat dilingkungan masing-masing. Di kantor misalnya, selain ada pemimpin-pemimpin mulai dari eselon IV hingga level Menteri juga banyak terdapat pemimpin-peminpin informal yang mampu merangkul, meraih simpati serta dapat menggerakan pegawai lainnya. Dalam suatu tim sepakbola istilah ini juga ditemukan. Dalam suatu tim ada pelatih, asisiten pelatih, kapten dan wakil kapten selain yang disebutkan tersebut ada pemain-pemain yang memiliki kharisma sebagai informal leader, yang pendapatnya di dengar serta disegani oleh rekan satu tim.

Keberhasilan suatu organisasi dalam mencapai tujuannya salah satunya adalah dengan tercipta suatu sinergi antara pemimpin-pemimpin formal dengan pemimpin-pemimpin informal. Sinergi keduanya akan menciptakan suatu energi dahsyat untuk membuat organisasi lebih maju. Sebaliknya kegagalan suatu organisasi tidak bisa dilepaskan dari tidak terciptanya sinergi antara pemimpin formal dan informal.

Be informal Leader?

Thursday, July 15, 2010

Tentang Jodoh

Istri saya menceritakan bahwa seorang teman wanitanya sudah pernah beberapa kali berhubungan dengan laki-laki, putus sambung begitu katanya, hingga akhirnya sekarang sendiri. Teman wanitanya yang lain bercerita bahwa dirinya belum pernah berhubungan dengan laki-laki, namun ingin segera bersuami. Lain ceritanya dengan temannya yang lain, pernah menjalin hubungan, namun putus ditengah jalan hingga tidak sampai ke jenjang pernikahan.

Pada lain kesempatan teman laki-laki saya menceritakan bahwa dia ingin segera menikah, namun masih belum ketemu wanita yang cocok. Dilain waktu saya berkesempatan berbincang dengan seorang teman (masih laki-laki), dialog denganya masih seputar wanita, katanya dia belum pernah menjalin hubungan secara intens dengan wanita, karena selalu tertolak katanya, belum ada yang mau dengannya (itu bahasa kasarnya). Ingat obrolan seperti ini saya jadi teringat teman (saya) juga, seorang laki-laki, dia sudah berulang kali menjalin hubungan dengan wanita, namun hingga saat ini tak menemui ujung, hingga akhirnya terkesan “malas”untuk mencari lagi.

Saya selalu mengatakan bahwa jodoh di tangan Tuhan, seperti semua hal yang terjadi di alam ini, dahulu, sekarang dan ke depan adalah semua ketentuan-Nya. Bahwa kita harus tunduk kepada ketentuan-Nya adalah keniscyaan dan sesuatu yang tidak terbantah. Namun, kita juga diperintahkan untuk berusaha. Bekerja, berdoa dan berserah diri kepada-Nya.

Dalam urusan jodoh, kadang saya berpikir, jodoh itu gampang-gampang susah. Di cari-cari hingga ke Ujung Berung pun tak didapat, malah hanya duduk manis dipelataran rumah, jodoh mendekat. Begitulah adanya memang perihal jodoh. Perihal perjodohan pertama yang dilakukan oleh manusia barangkali adalah ketika Nabi Adam (atas petunjuk Allah), menikahkan kedua pasangan kembar putra-putrinya satu sama lain yang tidak lahir berbarengan, yakni Habil dengan Iqlima, Qabil dengan Labuda. Dari mereka lah keturunan manusia memenuhi bumi hingga hari ini.

Kembali ke persoalan jodoh, melihat definisinya, Kamus Besar Bahasa Indonesia menyebutkan bahwa jodoh adalah orang yang cocok menjadi suami atau istri; sebagai pasangan hidup. Definisi yang rasanya mudah dicerna oleh tiap orang, cukup jelas. Di sekitar kita fenomena seputar jodoh sangat semarak. Dahulu mungkin masih teringat dibenak pikiran kita perjodohan lekat dengan Siti Nurbaya. Kini, biro-biro jodoh dapat kita temui dimana-mana bahkan reality show di televisi pun erat kaitannya dengan topik yang kita bicarakan kali ini.

Tiap orang menemukan jodohnya sesuai dengan apa yang telah digariskan Yang Maha Menentukan. Ada yang cepat ada pula yang berjalan dengan lambat. Ada yang melalui proses legal maupun yang kurang legal (jika tidak disebut ilegal). Sekali lagi semuanya telah dan akan ditentukan oleh Allah. Seorang teman terbaik saya, menceritakan bahwa terjadi kesalahan pola pikir pada umumnya orang mengenai jodoh dan pernikahan, utamanya pada kalangan awam. Anggapan bahwa dengan menikah akan menyelesaikan segala permasalahan dalam dirinya, mungkin berlepas dari beberapa tanggungjawab, padahal sungguh terbalik, menikah adalah amanah, amanah yang diberikan untuk lebih bertanggungjawab, bersekutu antara dua insan untuk mengumpulkan kebaikan keduanya dalam rangka menggapai ridho-Nya untuk kehidupan yang abadi kelak.

Saat ini jumlah wanita single lebih banyak ketimbang laki-laki single, ini asumsi saya saja, tanpa menampilkan data serta fakta yang akurat. Setidaknya hal ini tercermin dari jumlah rekan laki-laki dan wanita di sekitar saya yang belum menikah. Saya berasumsi bahwa hal utama yang menyebabkan lebih banyak wanita single dibanding laki-laki single adalah faktor tersebut, saya pernah mendengar bahwa salah satu ciri akhir dunia adalah bilamana jumlah wanita lebih banyak dibanding pria. Bagi kalangan laki-laki hal ini bukanlah suatu masalah. Hal ini, jika mendengar celotehan beberapa rekan wanita, menimbulkan rasa resah diantara mereka. Bagaimana tidak, pandangan umum disekitar terkadang mendeskriditkan rekan-rekan wanita yang belum ketemu jodohnya, apalagi bila dibarengi dengan usia yang melebihi fisiknya.

Saya berpendapat, sebenarnya ada beberapa hal yang dapat dilakukan dalam kondisi seperti ini oleh kaum wanita. Pertama, perbaiki diri terus menerus, Kedua, perbaiki sikap, kata serta tingkah laku, ketiga, berdoa dan berserah diri kepada Allah. Itu saja menurut saya.

Perihal bagaimana datangnya jodoh, biarkan saja cinta menemukan jalannya sendiri.

Boleh setuju boleh tidak dengan pernyataan di atas. Yang pasti akan sangat menyenangkan bila dapat membantu teman untuk menemukan jodohnya.

*Kebenaran hanya datang dari Allah, kesalahan dalam tulisan ini semata-mata karena keterbatasan pengetahuan penulis.

Tuesday, July 13, 2010

Pentingnya Regenerasi dalam Organisasi

Tidak diragukan lagi dalam suatu organisasi, unsur manusia (Man), merupakan unsur utama di luar unsur-unsur lainnya dalam manajemen. Dari Manusia lah unsur-unsur lain bersandar dan bergerak, maka ketika tiada resources berupa Manusia, maka proses administrasi dalam arti luas atau manajemen khususnya tidak berjalan.

Manusia sebagai figur sentral dalam manajemen, merupakan unsur yang harus dilestarikan atau dengan kata lain harus dijaga ketersediaannya, dalam hal ini ketersediaan dalam kualitas maupun dalam kuantitas. Banyak organisasi yang sebelumnya powerfull tiba-tiba kolaps dan mati ketika ketersediaan resourcces bernama manusia ini tidak terpenuhi. Banyak organisasi mampu bertahan dalam himpitan krisis moneter, suhu politik yang tidak bersahabat, atau tekanan dari pihak luar organisasi karena memiliki sistem kaderisasi yang baik.

Salah satu indikator sehatnya suatu organisasi adalah ketika terjadi peralihan generasi/regenerasi organisasi dapat berjalan seperti kondisi sebelumnya, bahkan lebih. Regenerasi dapat didefinisikan sebagai sutu perpindahan tongkat estafet dalam berorganisasi dari generasi yang lebih senior ke generasi yang lebih junior, dengan definisi senior dan junior sebagai peristilahan yang luas, bisa dari sisi usia, tahun masuk menjadi anggota dalam suatu organisasi dan lainnya). Sedangkan kaderisasi merupakan suatu usaha yang dirintis untuk mempersiapkan kader-kader penerus dalam suatu proses regenerasi. Dengan kata lain proses regenerasi merupakan suatu hal yang pasti terjadi bilamana suatu organisasi hendak dipertahankan, tanpa melihat lebih dalam kualitas dari orang-orang yang terlibat dalam proses regenerasi. Sedangkan kaderisasi cenderung kepada proses regenerasi yang telah direncanakan sebelumnya, utamanya dari sisi kualitas. Sistem Kaderisasi telah melihat hal-hal kedepan terkait dengan resouces yang ada di organisasi, pos-pos mana yang haus segera diisi dari kekosongan, termasuk didalamnya bagaimana mencetak kader-kader yang handal serta terampil dan berpengetahuan dalam menjalankan organisasi sesuai pos nya kelak. Regenerasi dan kaderisasi merupakan suatu term yang wajib dijadikan ingatan pertama dan utama bagi bagian yang mengelola resource sumber daya manusia. Padanyalah dipertaruhkan masa depan organisasi, keberlagnsungan atau hidup matinya.

Beberapa waktu lalu saya pernah terlibat dalam kegiatan kerohanian islam di STIA LAN Jakarta (2005-2007). Saya ingat betul, dalam masa-masa itu organisasi terasa hidup dan aktif dalam berbagai kegiatan. Beberapa kader bahkan dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan lain di luar kegiatan Rohani islam oleh organisasi lain di lingkungan kampus. Hingga tahun 2007 akhir jelang 2008 dimana kader-kader dalam organisasi mulai merampungkan tugasnya sebagai mahasiswa di kampus tersebut, mulailah terasa arti dari suatu istilah regenerasi dan kaderisasi. Pada masa itu walaupun tidak terlalu memuaskan, pendahulu-pendahahulu dalam organisasi mampu menghadirkan kepengurusan baru dalam orgnasisai kerohanian islam. Tidak banyak yang dihasilkan dalam proses kaderisasi, karena sudah menjadi hal yang umum dalam organisasi-organisasi yang level maturity nya masih rendah kerapkali sering melupakan sistem kaderisasi dalam organisasi. Celakanya setelah proses regenerasi berlangsung, tampaknya tidak berjalan begitu mulus, masih terdapat campur tangan dominan dari personal-personal yang sebelumnya telah menjadi bagian dari pihak yang “tergusur” oleh proses regenerasi. Dalam kondisi yang seperti itu, organisasi tidak dinamis sehingga cenderung vakum dalam berkegiatan, terkahir adalah tidak jauh berbeda dengna pendahulunya, proses kaderisasi tidak berjalan, menurut informasi terkahir yang saya peroleh, kepengurusan yang sekarang bingung untuk mewariskan tongkat estafet organisasi kepada para juniornya. Suatu organisasi akan mati suri perlahan [dan mungkin seterusnya].

Kondisi bersebrangan tentang regenerasi dan kaderisasi pernah saya temui pada masa-masa duduk di bangku SMU. Ketersediaan resources berupa Manusia yang berkualitas, yang seakan tidak ada habisnya, serta sistem kaderisasi yang bagus menyebabkan organisasi terus hidup dan berjalan hingga saat ini. Saya ingat ketika minggu-minggu hadir di lingkungan SMU komplek Kolonel Masturi 64, saya diperkenalkan dengan beberapa organisasi-organisasi di sekolah seperti OSIS, Majelis Pertimbangan Kelas (MPK), Pramuka, PMR dan lainnya. Tampak begitu antusias serta dengan tingkat pemahaman organisasi yang tinggi (setidaknya menurut saya) senior-senior di SMU menjeaskan tentang masing-masing organisasi di atas. Sampai akhirnya saya ikut terjun di salah satunya. Saya aktif di OSIS selama 2 tahun, saya ikut terlibat dalam proses pengkaderan, baik sebagai peserta maupun sebagai mentor bagi junior-junior yang kelak akan duduk dalam organisasi. Terasa saat indah masa-masa tersebut, masa-masa terbaik munkgin dalam melihat proses regenerasi dan kaderisasi berjalan.

Pada kesempatan ini tentunya saya mengingatkan pada diri saya pribadi juga kepada aktor aktris organisasi, baik dilingkungan pemerintahan, perusahaan, LSM, parpol maupun kampus dan sekolah serta organisasi lainnya bahwa proses kaderisasi amat penting guna menunjang regenerasi organisasi. Tidak hanya pada unit yang mengelola sumber daya manusia sebagai penanggung jawab utama dalam hal ini melainkan seluruh pelaku dalam organisasi.

Wednesday, May 26, 2010

Jose Mourinho Leadership

Bukan pengamat bola, pemain atuh pelatih. Persisnya hanya sebagai penikmat berita-berita sepakbola yang ada di Media.

Belakangan ini hangat dibicarakan mengenai sukses Inter Milan yang berhasil meraih trofi liga Champion untuk menyempurnakan Treeble Winner setelah sebelumnya memenangi Liga Italia dan Copa Italia. Sesuatu yang spesial tentunya untuk klub-klub yang ada di daratan Itali terkait hal ini. Inter merupakan tim pertama yang memperoleh Treeble Winner di itali atau ke enam di eropa.

Kesuksesan inter tidak terlepas dari campur tangan seorang pelatih bertangan dingin yakni Jose Mourinho. Bukan rahasia lagi kurang lebih setengah abad Inter tidak pernah menjuarai Liga Champion, pun kehadiran sederet bintang di Internazionale hingga beberapa pelatih ternama tak mampu mengangkat pamor serta prestasi Inter Milan di Eropa.

2 musim di Internazionale Mourinho memberikan gelar yang begitu bergengsi yakni Liga Champion.

Siapa Mourinho? Barangkali tidak perlu disebutkan satu persatu perihal mengenai Mourinho.

Satu hal yang menarik penulis untuk sedikit menulis mengenai dirinya adalah mengenai kepiawaian Mou dalam mengatur suatu tim. Kemampuan mengelola tim, kemampuan mengelola resource yang ada pada suatu tim. Lebih jauh adalah kemampuan manajerial Mou dalam memimpin suatu unit organisasi.

Strong leader, barangkali terminologi tersebut yang cocok untuk menggambarkan sisi-sisi Mourinho sehingga mampu memimpin suatu tim dengan baik serta bergelimang kesuksesan.

Menilik pada teori-teori kepemimpinan ada 3 teori terkait kepemimpinan, yakni :
1. Teori Keturunan (heriditary theory)
2. Teori Kejiwaan (psychological theory)
3. Teori Lingkungan (situational theory)

Teori keturunan berpegang kepada prinsip bahwa pemimpin itu dilahirkan (leaders are born and not made). Sejak lahir seseorang telah memiliki kemampuan untuk memimpin hingga dewasa dan seterusnya.

Teori Kejiwaan lebih rasional dalam melihat arti suatu kepemimpinan, pernyataan terkait dengan kepemipinan dalam teori kejiwaan adalah kepemimpinan dapat dibentuk/dipelajari (leaders are made not born). Siapapun dapat belajar untuk menjadi seorang pemimpin, itu intinya.

Teori Situasional merupakan sintesa dari 2 teori diatas, lebih dari penggabungan dua buah pemikiran yang beda diatas. Pada kenyataannya terjadi situasi-situasi yang memunculkan pemimpin-pemimpin, beberapa orang memiliki bakat kepemimpinan namun akibat situasi yang tidak memungkinkan bakat tersebut menjadi tersiakan. Beberapa orang ditempa untuk menjadi pemimpin namun karena usaha-usaha yang dilakukan tidak tepat dan memang dalam banyak hal perlu bakat alami untuk menjadi seorang pemimpin, maka usaha yang ditempuh akan tidak optimal.

Asal muasal suatu kepemimpinan sedikit banyak akan berimbas kepada gaya seperti apa yang akan diterapkan dalam memimpin, kaitannya dengan tema dalam tulisan ini adalah gaya seperti apa yang akan dimainkan dalam memimpin suatu tim.

Terkait dengan tokoh kita dalam tulisan ini, saya berasumsi bahwa Mou adalah pembelajar yang cerdas. Beberapa pernyataan yang penulis nukil dari beberapa Media, misalnya dalam Goal.com Mou berujar “Saya 3 tahun menghabiskan waktu bersama Van Gaal, namun 41 tahun saya belajar”. Kompas dalam sebuah artikelnya menyebut bahwa Mou “Pernah kuliah di jurusan ilmu olahraga Universitas Lisbon dan pernah kursus kepelatihan di Inggris dan Skotlandia”, atau ulasan-ulasan dari beberapa media yang mengisahkan perjalanan Mourinho, dari mulai sebagai asisten pelatih di Nou Camp selama kurang lebih 4 tahun dari Era Robson hingga Van Gaal, kemudian sempat melatih di Benfica, membawa club kecil Uniao de Leiria diposisi lima klasmen akhir, membawa FC Porto 2 kali menjadi juara di liga Portugal, juara UEFA dan Champion League, kemudian melatih Chelsea untuk menjadi kekuatan baru di Premiership, terkahir adalah membawa Intermilan merengkuh dua scudetto berturut-turut, Copa Itali dan yang terakhir adalah Liga Champion.

Jelas terlihat kemampuan Mou sebagai pemimpin pembelajar, jika kita perhatikan dengan seksama prestasi yang diperoleh Mou selalu meningkat sejalan dengan proses belajar yang ia lakukan. Mulai dari klub kecil, mulai dari tantangan kecil hingga ke klub besar dengan tantangan yang lebih besar, dengan tentunya dia telah mempersiapkan diri untuk itu semua, dengan kata lain Mou telah belajar untuk memimpin di mana dia akan tinggali.

Kemampuan me-manage resource yang dilakukan oleh Mou adalah tepat. Barangkali hal tersebut cocok digunakan sebagi contoh pengunaan jargon-jargon ilmu Administrasi dan Mangement, yakni EFEKTIF dan EFISIEN. Mou biasanya selalu memilih tim yang tepat untuk menghadapi setiap pertandingan. Melihat secara situasional siapa yang akan dihadapi, serta cara-cara seperti apa yang akan digunakan.

Media melihat selama ini Mo sebagai seorang pragmatis yang akan menggunakan cara apapun untuk menang, termasuk dengan menggunakan negatif football. Saya berpendapat itu hanyalah segelintir kemampuan Mou untuk memilah resource yang dimiliki dalam mencapai tujuan. Suatu saat saya yakin, Mou akan memutarbalikkan pandangan semua orang yang beranggapan dia seorang penganut negatif football. Dia akan memperagakan sepakbola yang atraktif disaat dia memiliki reources yang cukup untuk melakukan itu. Liat saja!.

Monday, June 01, 2009

Sebuah nama

“Apalah arti sebuah nama” begitu kata Shakespeare. Sepenggal kutipan dalam karyanya menuliskan, What’s in a name? That which we call a rose by any other name would smell as sweet.
terjemahnya kurang lebih :
Apalah arti sebuah nama? Meskipun kita menyebut mawar dengan nama lain, wanginya akan tetap harum.
Judul sebuah cerpen yang menarik dan selalu saya baca “apapun namanya melati tetap harum” mungkin kurang lebih memiliki maksud seperti yagn diutarakan oleh Shakespeare. Seperti yang kita ketahui bersama nama bukan sekedar sebagai “stempel”atas sesuatu sehingga menjadi mudah untuk diidentifikasi.
Untuk manusia nama lebih lagi bukan sebagai “stempel” seperti yagn diutarakan dimuka. Nama untuk manusia merupakan pembeda antara manusia yang satu dengan manusia yang lain, antara suku tertentu dengan suku lain dan bahkan dalam literatur keislaman nama merupakan sesuatu yang amat berarti.
Kewajiban orang tua adalah memberi nama untuk setiap anak yang dilahirkan. Nama merupakan representasi harapan dan doa orang tua terhadap si anak terus sepanjang hidupnya kelak. Untuk itu merupakan suatu perbuatan baik, jika orang tua memberikan doa dan harapan terbaik bagi anaknya.
Mujahid Muda
Saya berikan nama tersebut untuk si sulung yang lahir 16 mei 2009 lalu.
Harapan agar kelak tampil sebagai pejuang dalam islam. Yang menegakan agama Nya hingga sampai tutup usia. Seorang pejuang yang senantiasa memiliki gairah untuk terus berbuat, sampai tutup usia.
Agar selalu memiliki semangat bak pejuang dalam menyelesaikan setiap persoalan hidup. Selalu berjiwa muda walau sudah tua.
Berbakti, mengabdi kepada Allah, orang tua, bangsa dan negara.

Tuesday, December 16, 2008

Kondangan

Suatu hal menarik di masyarakat kita adalah dalam hal memenuhi undangan atau lebih populer dengan istilah kondangan. Banyak makna tersirat dalam aktivitas ini.
Pertama adalah nilai-nilai silaturahim. Kerabat, keluarga jauh, teman lama, keluarga teman, bisa kenal, bisa dekat, bisa bersua kembali karena aktivitas ini, oleh karena itu anda pastinya setuju dengan poin nomor satu diatas kan?
Kedua, kondangan mengandung nilai-nilai sosial! Bayangkan budaya membawa sangu berupa amplop yang berisi sejumlah uang atau kebiasaan masyarakat pedesaan yang membawa sejumlah penganan, beras, sayuran, kue-kue ke acara kondangan tersebut.
Ketiga, kondangan juga banyak mengandung nilai-nilai ekonomis. Bayangkan dari pihak penyelenggara berapa besar biaya yang mereka keluarkan untuk menghelat acara serta menjamu para tamu undangan! Tempat, asesoris pesta, tenda atau gedung, kursi, meja, catering, transport, serta biaya tetek bengek lainnya. Belum lagi dari pihak yang datang alias dari tamu undangan yang hadir. Tidak sedikit biaya yang mereka keluarkan untuk datang ke acara tersebut. Biaya transport, konsumsi serta sangu untuk si empunya hajat!
Dalam kacamata saya yang pasti kondangan itu, nyenengin apalagi yang jauh coz bisa jalan-jalan sekaligus cari oleh-oleh yang unik sekalian nyoba makanan spesial ditempat yang dikunjungi tersebut. Terus kondangan tuh tambah silaturahim apalagi klo ke tempat temen-temen lama. Terus yang pasti lagi konsekuensinya yaaah itu dia..... keluar biaya gede 

Thursday, December 11, 2008

Menulis itu mudah

Rasanya banyak hal yang bisa kita jadikan sebagai objek menulis, mulai dari aktifitas sehari-hari kita yang cenderung ringan seperti pekerjaan, kuliah, sekolah, suasana di sekeliling kita, atau bahkan kepada hal-hal yang sifatnya lebih ‘berat’ seperti politik, ekonomi, budaya, rumah tangga dan lainnya.
Ah menulis itu sulit!
Begitu komentar kebanyakan orang tentang aktifitas yang satu ini, benar demikian?
Rasanya tidak perlu banyak syarat untuk jadi seorang penulis. Kita bisa menjadi seorang yang penulis yang benar-benar penulis yang karya-karyanya di muat dalam koran, majalah, tabloid, buku. Atau menjadi seorang penulis yang sekedar penulis, yang bertujuan untuk menyalurkan hobi atau bakat. Terlepas dari motivasi apa yang ada dibelakangnya penulis tetaplah sama, yakni seseorang atau sekelompok orang yang menuangkan ide gagasan kedalam susunan kata yang membentuk kalimat yang mengandung makna.
Kita bisa memulai menulis dengan cukup hanya menuliskan satu huruf diatas kertas yang telah kita sediakan atau mengetik satu huruf pada tuts keyboard yang kita pegang. Simple bukan?
Siapapun kita
Sebagai apapun kita
Dimana pun kita berada
Menulis dapat dilakukan
Yah dapat dilakukan
Dengan mudah, dengan gairah
Mari menulis

Write write write

Write write write write write write write write write write n write........
Entah pagi ini my feel so good, semangat sekali rasanya hari ini.

Menulis menulis menulis menulis dan menulis yang terngiang-ngiang di kepala ini.
Yeah i must be a writer begitu jerit hati yang ada di dalam dada.
Bisakah?
Sejenak pertanyaan itu terlontar dan dalam tempo yang bersamaan menjatuhkan bangunan perasaan yang berundak tinggi tadi.
Menulis menulis menulis menulis dan menulis kembali terngiang-ngiang di kepala ini.
Sejenak pernyataan itu pula yang meninggikan undakan perasaan yang tadi sempat luluh.

Yah Saya harus menulis. Terus menulis. Apapun akan saya tulis.
Saya ingin jadi penulis.
Penulis.
Yah penulis.

Wednesday, September 10, 2008

Status Baru

Banyak hal akan anda jumpai jika telah menempuh satu step kehidupan yang lebih tinggi. Hal yang saya alami dan saya anggap sebagai menapaki satu anak tangga kehidupan yang lebih tinggi serta saya anggap sebagai keputusan terbesar yang pernah saya ambil sampai saat ini, yakni mengambil tanggung jawab sebagai pengambil keputusan dalam suatu jama’ah kecil dalam suatu nama suci pernikahan.

Banyak hal dari yang kecil hingga yang besar yang saya rasakan sekarang dan kelak akan anda rasakan pula. Semisal untuk panggilan saja, anda akan mendapati panggilan yang sebelumnya belum pernah terdengar dari siapapun dialamatkan kepada anda. Sebagai seorang laki-laki dengan menikah anda akan mendapat sebutan suami dr pasangan anda. Entah apa memanggilnya, karena varian untuk panggilan suami ini amat banyak. Ayah, Bapak, Mas, Abi, Abang, dan lain-lain lah. Begitu pula bagi anda seorang wanita, anda akan mendapat gelar baru yakni Istri. Sama halnya seperti suami, istri memiliki varian yang bermacam-macam, mulai dari Ibu, Bunda, hingga ke Ummi dan Mamah.

Rutinitas yang berbeda tentunya akan anda alami seiring pernikahan anda. Hal yang seolah-olah aneh, lucu serta menggelikan menurut saya pribadi. Bayangkan ketika anda terbiasa tidur seorang diri, kemudian terjaga di malam hari anda mendapati seseorang yang sebelumnya asing di samping anda. Terus terang saya masih canggung. Aneh aja rasanya. Tapi seiring berjalannya waktu serta kesadaran akan status baru yang anda sandang maka hal tersebut akan berjalan menyenangkan.

Sebagai seorang laki-laki yang biasa menyiapkan segala sesuatu sendiri, seperti mencuci, menyetrika pakaian sendiri maka jangan heran nantinya jika anda mendapati pakaian anda telah rapih bersih tercuci dan tersetrika di lemari. Atau jangan kaget disaat anda hendak sarapan pagi ataupun makan malam anda akan ditemani oleh sesosok asing di sebelah anda. Sebagai seorang wanita anda tidak usah merasa berat hati ketika melihat ke tempat pakaian kotor tiba-tiba penuh dengan potongan pakaian-pakaian yang tidak anda kenal sebelumnya. Atau anda jagnan merasa terpaksa menyiapkan hidangan untuk sarapan dan makan malam orang yang baru anda kenal. Atau jangan merasa kaget pula jika mulai hari tersebut seolah anda tidak memiliki kebebasan seperti sebelumnya. Tapi anda jangan khawatir karena setelah hari itu anda akan merasa nyaman aman karena ada yang akan melindungi anda slalu!

Mau mencoba status baru?

Pray to Allah now!

Bersambung…..

Tuesday, September 09, 2008

Langkah Baru

Ah rasanya baru kemarin delapan agustus dua ribu delapan tuh. Toh rasanya baru beberapa hari saja terasa.

Sebulan rupanya sudah tidak berinteraksi dengan blog ini....

Pertama, saya hendak mengucapkan terima kasih atas doa restu dan kehadiran rekan-rekan sekalian yagn sudha menyempatkan diri hadir di acara resepsi pernikahan dan atau resepsi pernikahan kami, serta untuk rekan-rekan yang senantiasa mendoakan dan berhalangan untuk hadir dalam acara tersebut. Saya mengucapkan terimakasih serta memberi respek yang besar untuk rekan-rekan sekalian.

Kedua, saya hendak mengucapkan selamat menunaikan ibadah Puasa di bulan suci Ramadhan bagi rekan-rekan yang menjalankan, semoga puasa kali ini puasa terbaik dari yang pernah di tunaikan.

Ketiga, saya berdoa buat rekan-rekan sekalian yang masih belum dipertemukan jodohnya oleh Allah SWT, tenang, slow dunia belum kiamat sementara belum menemukan pasangan. Pastinya ada hikmah serta rahasia yang Allah jualah yang maha mengetahui hal tersebut. Tersenyumlah. Moga jika bertemu dengan jodoh adalah yang terbaik semoga Allah cepat mempertemukan dan jika sebaliknya, moga Allah yang maha berkehendak yang menetukan.

Itu ja kayanya di postingan awal ini.

Yah postingan pertama dengan status berbeda.

Now I am a Husband.

A New Responsibility

Maybe u Know what Uncle Ben said to Peter? A great power is a Great Responsibility right? J

Yeah now, its all part of my life.

Langkah baru

Sunday, August 03, 2008

Adakah Rembulan yang lain?



Malam ini trasa kelu

Angin menebarkan beku

Desirnya membangunkan bulu kudu


Disebuah dahan sepasang burung hantu tak berbaju

Nyinyir bulat matanya memandang langit biru


Rembulan bersinar jingga bersemu

Indah berarak kelabu

Cahayanya menembus laut biru


Gemericik air membuat syahdu

Oi amboi indah skali rupamu


Siapakah engkau semburat perak bersemu di sebelah perahu?

Cahaya indah itu

Tidak, kau bukan rembulanku


Enkau bisu

Engkau semu