Pages

Showing posts with label Refleksi. Show all posts
Showing posts with label Refleksi. Show all posts

Wednesday, October 28, 2015

The Service Desk #1

Berawal dari foto ini sepertinya



Kala itu, tahun 2009, Boz baru Service Desk melakukan revolusi di Subid Layanan Pengguna, dari 4 atau 5 Pegawai tersisa hanya 1 orang dari pegawai lama selanjutnya melakukan perekrutan 2 dari pegawai lama sub unit lain dan 2 fresh graduate melalui penerimaan umum Sarjana. Hasilnya seperti gambar diatas formasi 3-2-1 (Agus Julianto [Veteran], Sigit Hardhiyono + Kusuma Suasanti [Fresh Graduate])- Mahendra Tri Oktavianto+Musda (Sub unit lain), Boz hardadi Jaya.

Selama periode 2009-2010 mulai meletakan dasar-dasar New Service Desk.
Kurang jelas dengan foto diatas, berikut tampilan lebih closed up, oh ya yang atas itu formasi ruang kerjanya.

Monday, October 26, 2015

STIA LAN Jakarta


Ini cerita tentang almamater saya, STIA LAN Jakarta. Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara Kampus Jakarta. Mengapa Jakarta? Ada 2 kampus lagi di Makasar dan Bandung.
Ke temen-temen Saia biasa bilang, ini kampus terbaik dari yang terbaik! 100% lulusannya di terima di dunia kerja!! Utamanya di Pemerintah Pusat dan daerah juga di BUMN/BUMD. Keren kan? 
Jurusan ada beberapa, tergantung tahun sih. Aslinya sesuai dengan bidang keilmuan pokok yakni Administrasi. Spesialisasinya bisa Perusahaan Publik, Keuangan Negara, Kebijakan Publik maupun Pemerintahan Daerah.
Ada 2 hal menarik yang ditawarkan dan terasa manfaatnya buat saia.

Wednesday, June 19, 2013

Me, Plagiat?


Plagiarisme atau sering disebut plagiat adalah penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri[1]. Setuju dengan definisi tersebut.
Saya ingin menyampaikan bahwa secara pribadi saya enggan berhubungan dengan plagiarisme khususnya dalam sekecil apapun dari yang saya tulis.

Catatan saya mengenai tulisan terindikasi plagiarisme:

Tuesday, July 26, 2011

Slalu ada ucapan Selamat buat Mu

Saat membaca postingan ini berarti, ucapan selamat hari lahir buat mu telah tersampaikan. Rasanya menyenangkan mendengar kabar, sudah berusia sekian, sudah berkeluarga, Insya Allah segera dianugerahi momongan, memiliki keluarga yang menyenangkan, memiliki pekerjaan tetap yang juga menyenangkan. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Limpahan nikmat, rizki sudah seyogianya disyukuri, bukankah Allah telah berjanji bahwa siapa yang bersyukur atas nikmat Nya, maka nikmat nya akan ditambah?
Menjadi sesuatu yang umum dan sudah diketahui oleh kebanyakanorang mengenai nikmat dan syukur, hanya saja pada pelaksanaanya yang masih jauh dari kata sesuai.
Harapannya adalah agar Kmu tetap menjadi apa-apa sesuai idealisme mu, namun tetap memperhatikan saran serta masukan orang-orang disekitarmu. Menyuskuri yang sudah ada dan berbagi dengan yang lain.

Smoga Allah slalu melimpahkan kebahagiaan serta kemampuan untuk slalu menyuskuri segala nikmat Nya.
Selamat hari lahir, dan Insya Allah selalu bahagia.

Monday, July 25, 2011

Menjumpai Ramadhan



Marhaban ya Ramadhan...
Lebih kurang seminggu ini akan datang tamu agung, bulan yang penuh berkah, rahmat, ampunan serta selaksa kebaikan di dalamnya.
Ramadhan akan menghampiri kita, mendatangi kita seperti tahun-tahun sebelumnya.

Pertanyaannya, akankah kita bertemu dengan Ramadhan minggu depan?
Atau Andaikata Allah masih bermurah hati pada kita untuk bersua dengan Agung nya Ramadhan seminggu di depan, akankah kita mau menemuinya?
Masihkah kita mengunci pintu-pintu jendela dan rumah kita atas kedatangannya? Atau menutup mata serta telinga atas panggilan serta seruannya kepada kita?
Maafkan Kami yang senantiasa cuek dan acuh terhadap Ramadhan Mu ya Allah.
Sungguh tak akan berkurang keagungan serta ke-Maha Kuasaan Mu andai tak ada manusia yang mau berjumpa dengan Ramadhan Mu esok.
Sudah sepatutnya Kita bergembira dengan kehadiran Ramadhan, bersuka cita dengan rahmah yang diturunkan di tiap detiknya ramadhan. Bersuka cita dengan dengan ampunan yang mampu mengangkat dosa disepanjang Ramadhan, janji dijauhkan dari jilatan neraka di tiap hembusan Ramadhan.
Ampuni kami ya Rabb, kepala Kami masih dipenuhi dengan hal-hal tersier diluar substansi Ramadhan Mu. Seharusnya kami malu karena Kami gembira akan datangnya Ramadhan, gembira karena setelahnya kami akan mudik ke kampung halaman Kami, karena Kami akan menyaksikan tayangan-tayangan religi di layar televisi Kami, karena Kami akan bersibuk ria dengan persiapan-persiapan menarik jelang lebaran.
Oh Ramadhan, Kami malu karena dari tahun ketahun tidak banyak hal yang Kami lakukan bersamamu. Boleh dikatakan kami mengalami grafik penurunan baik dari sisi kuantitas maupun kualitas dalam pelaksanaan ibadah-ibadah dalam Ramadhan Mu ya Allah.
Sudah saatnya kita melakukan peningkatan kuantitas serta kualitas ibadah Kita di Ramadhan tahun ini. Boleh jadi ini kesempatan terakhir kita bertemu dengan Ramadhan. Kesempatan terkahir untuk mendulang berkah di dalamnya.
Marhaban Ya Ramadhan.
Semoga kita menjumpai ramadhan kali ini dengan senyum.
Senyum kemenangan di tiap detiknya.

Thursday, June 16, 2011

Tentang mood

Beberapa ungkapan mengenai mood kerap terdengar.
“lg ga mood neeh”
“ntar za gw kerjain klo mood nya dah dateng”
Sepintas terlihat arti mood disana adalah suatu kemauan untuk melakukan sesuatu yang dipengaruhi oleh suasana hati.
Mood sudah sering menjadi kambing hitam, alasan ketika tidak menyelesaikan pekerjaan atau apapun pada seseorang.
Pokonya jika tidak dalam mood terbaik banyak hal-hal negatif yang biasanya ditimbulkan.
Berkebalikan dengan mood yang tidak baik, positive mood juga akan berbanding lurus dengan hal-hal positive yang dikerjakan.
Saya mencatat bahwa mood terkait erat dengan insiprasi. Keduanya berasal dari Allah.
Hanya Dia lah yang mampu menentukan apakah kita dalam mood yang baik atau sebaliknya. Hanya Dia. Semua tergantung kehendak Nya.
Naah, lalu bagaimana kita menentukan mood kita sendiri?
Seperti kehidupan secara keseluruhan semuanya sudah diatur, namun ada bagian kita yang tetap diperhitungkan dalam menjalani hidup tersebut.
Mengenai mood juga sudah ditentukan oleh Allah, tugas kita adalah berikhtiar tuk mendapat yagn terbaik.
Naaah tentang usaha untuk mendapat mood yang terbaik, ada beberapa hal yang saya lakukan:
1. Berdoa
2. Tidur lebih awal, bangun lebih awal tuk mood baiik dipagi hari
3. Dengerin lagu kesukaan dipagi hari
4. Minum kopi

Itu za, biasanya slalu in the mood klo salah satu atau beberapa itu dilakuin.
Selamat mencoba

Monday, January 03, 2011

Tentang cita-cita dan mimpi

Beberapa waktu lalu saya ikut pelatihan Professioonal PhoneCourtessy, diawal pelatihan trainer mengajarkan kepada saya tentang mimpi dan cita-cita, sungguh menarik.
Bagaimana seseorang bermimpi, bercita-cita merupakan turning point pembelajaran. Sungguh menarik sekali.
Dalam perjalanan mengenai mimpi dan cita-cita saya diingatkan kembali tentang apa-apa yang pernah menjadi mimpi dan cita-cita saya. Mimpi-mimpi yang belum terwujud, cita-cita yang belum tergapai.
Kemampuan membuat mimpi merupakan cikal bakal kesuksesan seseorang, tentunya dengan memperhatikan relatifitas dan kenisbisan mimpi-mimpi tiap orang yang berbeda.
Di Sekolah Dasar ketika ditanya “apa cita-citamu” spontan saya akan menjawab “Ingin menjadi orang yang berguna bagi Nusa, Bangsa dan Agama”, mantap sekali bukan?
Mimpi-mimpi di usia SD buat saya adalah mimpi-mimpi menjadi orang yang berguna, bagi lingkungan, bagi masyarakat apapun itu.
Entah menjadi dokter, astronot, mentri, arsitek, hansip, tukang buat jalan, penyuluh pertanian, guru ngaji dan lain-lainya.
Sebuah mimpi yang absurd yang berujung kelak dimasa depan, seolah berbicara menjadi apapun kelak tak masalah yang penting berguna bagi Nusa Bangsa dan Agama. Itu saja.
Lain di Sekolah Dasar lain ketika saya duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama. Disana suasana puber anak tanggung kental terasa. Pertanyaannya masih sama “apa cita-citamu” spontan saya tidak akan menjawab “Ingin menjadi orang yang berguna bagi Nusa, Bangsa dan Agama”. Kali ini jawaban berbeda tentunya yang dikemukakan. Bisa menebak? Masih normatif, pengaruh lingkungan sangat berpengaruh, kebetulan waktu itu saya sangat tertarik dengan pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sejarah sehingga jawaban yang keluar dalam benak saya adalah “Saya akan menjadi profesor , klo ngga Astronot, ahli Biologi, fisikawan atau seorang arkeolog kalo ngga menjadi seorang sejarawan yang terkenal”.
Mantap sekali bukan?
Cita-cita fundamental yang menggebu dimasa itu. Matematika dan sejarah apapun menjadi hidangan wajib tiap hari. Mimpi waktu itu adalah kerja seperti orang-orang pintar di TV, di laboratorium atau diperpustakaan besar dengan berbagai macam peralatan yang waaah.
Zaman SMU klo ditanya mengenai cita cita dan mimpi sudah berbeda dengan zaman Sekolah Dasar ataupun SMP. Di masa SMU tingkat kedewasaan sudah berubah, levelnya lebih tinggi dibanding tingkat sebelumnya. Perumusan akan cita-cita dan mimpi lebih komfrehensif dan lebih detail dan terfokus.
Seperti sebelumnya jika disodorkan pertanyaan “apa cita-citamu?” jawaban kali ini lebih terarah, simple. “Saya ingin menjadi Kyai”!
Jangan tanya kenapa.
Waktu itu yang pasti teramat sangat ingin jadi Kyai.
Mimpinya adalah menjadi seorang orator seperti Sukarno, Zainudin, Abdulah Gymnastiar dkk.
Mimpi yang minimal bisa diwujudkan melalui khutbah jumat!
Cita-cita dan mimpi itu dinamis rupanya. Bisa berubah kapanpun. Dipengaruhi oleh keadaan dan lingkungan utamanya. Mulai dari cita cita “Ingin menjadi orang yang berguna bagi Nusa, Bangsa dan Agama” kemudian mimpi ingin “Saya akan menjadi profesor , klo ngga Astronot, ahli Biologi, fisikawan atau seorang arkeolog kalo ngga menjadi seorang sejarawan yang terkenal”, terakhir di masa SMU “ingin menjadi Kyai”.
Klo diperhatikan sangat-sangat berbeda satu sama lainnya. Bukti bahwa cita cita dan mimpi seorang dinamis.
Oh ya satu bulan lalu saya bercita cita dan bermimpi menjadi seorang penulis.
Tadi pagi saya bercita-cita sekaligus mimpi untuk menjadi kepala dari kepala sekolah. Saya ingin punya sekolah di tahun 2020.

Tuesday, July 27, 2010

Ucapan buat mu

Hari ini mungkin terasa spesial untuk kamu sayang. Hari yang menjadi penanda kamu ada di dunia. Hari yang bagi sebagian orang adalah istimewa. Hari yang senantiasa ditunggu tiap tahunnya untuk diperingati, dirayakan dengan segenap pernak pernik. Aku tau kamu tidak menyukai bentuk-bentuk perayaan, tidak suka akan kefoya-foyaan dan hura-hura. Kamu tuh lebih suka untuk sendiri pada saat-saat seperti ini.
Dalam kesendirian kamu lebih tenang untuk menafakuri arti keberadaan mu di dunia ini. Dalam sendiri kamu leluasa untuk berfikir mengenai hidup serta kehidupan kamu. Yaah begitulah kamu, saat-saat seperti ini memang kamu lebih baik unutk menyendiri, di luar kebiasaan kmu yang aktif sana sini.
Kamu sudah makan sayang? Jawabmu biasanya hanya senyum, pertanda kamu sedang tidak makan hari itu. Tapi jawabmu hari ini lain. Tidak seperti biasanya. Kamu bilang hari ini bukan hari yang biasa seperti hari untuk menahan diri dari makan dan minum. Kamu bilang beberapa orang sering berpuasa di hari kelahirannya, tidak untuk kamu. Tidak ada jenisnya yang seperti itu, tutur kamu beberapa saat kemudian.
Ya ya ya aku mengerti, sesuka kamu lah. Toh kamu tau aku pasti mengiyakan apa katamu.
Unutkmu yang selalu ceria, untukmu yang slalu enerjik, penuh beragam aksi, unutkmu yang senantiasa tersenyum dipagi hari mentari.
Untuk mu sayang, aku doakan yang terbaik untukmu.
Semoga engkau cepat menemukan apa yang kamu cari.
Sebuah ucapan tulus dariku semoga Allah merahmati sisa hidupmu, tentunya tidak berlebihan khan?

Thursday, July 15, 2010

Tentang Jodoh

Istri saya menceritakan bahwa seorang teman wanitanya sudah pernah beberapa kali berhubungan dengan laki-laki, putus sambung begitu katanya, hingga akhirnya sekarang sendiri. Teman wanitanya yang lain bercerita bahwa dirinya belum pernah berhubungan dengan laki-laki, namun ingin segera bersuami. Lain ceritanya dengan temannya yang lain, pernah menjalin hubungan, namun putus ditengah jalan hingga tidak sampai ke jenjang pernikahan.

Pada lain kesempatan teman laki-laki saya menceritakan bahwa dia ingin segera menikah, namun masih belum ketemu wanita yang cocok. Dilain waktu saya berkesempatan berbincang dengan seorang teman (masih laki-laki), dialog denganya masih seputar wanita, katanya dia belum pernah menjalin hubungan secara intens dengan wanita, karena selalu tertolak katanya, belum ada yang mau dengannya (itu bahasa kasarnya). Ingat obrolan seperti ini saya jadi teringat teman (saya) juga, seorang laki-laki, dia sudah berulang kali menjalin hubungan dengan wanita, namun hingga saat ini tak menemui ujung, hingga akhirnya terkesan “malas”untuk mencari lagi.

Saya selalu mengatakan bahwa jodoh di tangan Tuhan, seperti semua hal yang terjadi di alam ini, dahulu, sekarang dan ke depan adalah semua ketentuan-Nya. Bahwa kita harus tunduk kepada ketentuan-Nya adalah keniscyaan dan sesuatu yang tidak terbantah. Namun, kita juga diperintahkan untuk berusaha. Bekerja, berdoa dan berserah diri kepada-Nya.

Dalam urusan jodoh, kadang saya berpikir, jodoh itu gampang-gampang susah. Di cari-cari hingga ke Ujung Berung pun tak didapat, malah hanya duduk manis dipelataran rumah, jodoh mendekat. Begitulah adanya memang perihal jodoh. Perihal perjodohan pertama yang dilakukan oleh manusia barangkali adalah ketika Nabi Adam (atas petunjuk Allah), menikahkan kedua pasangan kembar putra-putrinya satu sama lain yang tidak lahir berbarengan, yakni Habil dengan Iqlima, Qabil dengan Labuda. Dari mereka lah keturunan manusia memenuhi bumi hingga hari ini.

Kembali ke persoalan jodoh, melihat definisinya, Kamus Besar Bahasa Indonesia menyebutkan bahwa jodoh adalah orang yang cocok menjadi suami atau istri; sebagai pasangan hidup. Definisi yang rasanya mudah dicerna oleh tiap orang, cukup jelas. Di sekitar kita fenomena seputar jodoh sangat semarak. Dahulu mungkin masih teringat dibenak pikiran kita perjodohan lekat dengan Siti Nurbaya. Kini, biro-biro jodoh dapat kita temui dimana-mana bahkan reality show di televisi pun erat kaitannya dengan topik yang kita bicarakan kali ini.

Tiap orang menemukan jodohnya sesuai dengan apa yang telah digariskan Yang Maha Menentukan. Ada yang cepat ada pula yang berjalan dengan lambat. Ada yang melalui proses legal maupun yang kurang legal (jika tidak disebut ilegal). Sekali lagi semuanya telah dan akan ditentukan oleh Allah. Seorang teman terbaik saya, menceritakan bahwa terjadi kesalahan pola pikir pada umumnya orang mengenai jodoh dan pernikahan, utamanya pada kalangan awam. Anggapan bahwa dengan menikah akan menyelesaikan segala permasalahan dalam dirinya, mungkin berlepas dari beberapa tanggungjawab, padahal sungguh terbalik, menikah adalah amanah, amanah yang diberikan untuk lebih bertanggungjawab, bersekutu antara dua insan untuk mengumpulkan kebaikan keduanya dalam rangka menggapai ridho-Nya untuk kehidupan yang abadi kelak.

Saat ini jumlah wanita single lebih banyak ketimbang laki-laki single, ini asumsi saya saja, tanpa menampilkan data serta fakta yang akurat. Setidaknya hal ini tercermin dari jumlah rekan laki-laki dan wanita di sekitar saya yang belum menikah. Saya berasumsi bahwa hal utama yang menyebabkan lebih banyak wanita single dibanding laki-laki single adalah faktor tersebut, saya pernah mendengar bahwa salah satu ciri akhir dunia adalah bilamana jumlah wanita lebih banyak dibanding pria. Bagi kalangan laki-laki hal ini bukanlah suatu masalah. Hal ini, jika mendengar celotehan beberapa rekan wanita, menimbulkan rasa resah diantara mereka. Bagaimana tidak, pandangan umum disekitar terkadang mendeskriditkan rekan-rekan wanita yang belum ketemu jodohnya, apalagi bila dibarengi dengan usia yang melebihi fisiknya.

Saya berpendapat, sebenarnya ada beberapa hal yang dapat dilakukan dalam kondisi seperti ini oleh kaum wanita. Pertama, perbaiki diri terus menerus, Kedua, perbaiki sikap, kata serta tingkah laku, ketiga, berdoa dan berserah diri kepada Allah. Itu saja menurut saya.

Perihal bagaimana datangnya jodoh, biarkan saja cinta menemukan jalannya sendiri.

Boleh setuju boleh tidak dengan pernyataan di atas. Yang pasti akan sangat menyenangkan bila dapat membantu teman untuk menemukan jodohnya.

*Kebenaran hanya datang dari Allah, kesalahan dalam tulisan ini semata-mata karena keterbatasan pengetahuan penulis.

Tuesday, July 13, 2010

Pentingnya Regenerasi dalam Organisasi

Tidak diragukan lagi dalam suatu organisasi, unsur manusia (Man), merupakan unsur utama di luar unsur-unsur lainnya dalam manajemen. Dari Manusia lah unsur-unsur lain bersandar dan bergerak, maka ketika tiada resources berupa Manusia, maka proses administrasi dalam arti luas atau manajemen khususnya tidak berjalan.

Manusia sebagai figur sentral dalam manajemen, merupakan unsur yang harus dilestarikan atau dengan kata lain harus dijaga ketersediaannya, dalam hal ini ketersediaan dalam kualitas maupun dalam kuantitas. Banyak organisasi yang sebelumnya powerfull tiba-tiba kolaps dan mati ketika ketersediaan resourcces bernama manusia ini tidak terpenuhi. Banyak organisasi mampu bertahan dalam himpitan krisis moneter, suhu politik yang tidak bersahabat, atau tekanan dari pihak luar organisasi karena memiliki sistem kaderisasi yang baik.

Salah satu indikator sehatnya suatu organisasi adalah ketika terjadi peralihan generasi/regenerasi organisasi dapat berjalan seperti kondisi sebelumnya, bahkan lebih. Regenerasi dapat didefinisikan sebagai sutu perpindahan tongkat estafet dalam berorganisasi dari generasi yang lebih senior ke generasi yang lebih junior, dengan definisi senior dan junior sebagai peristilahan yang luas, bisa dari sisi usia, tahun masuk menjadi anggota dalam suatu organisasi dan lainnya). Sedangkan kaderisasi merupakan suatu usaha yang dirintis untuk mempersiapkan kader-kader penerus dalam suatu proses regenerasi. Dengan kata lain proses regenerasi merupakan suatu hal yang pasti terjadi bilamana suatu organisasi hendak dipertahankan, tanpa melihat lebih dalam kualitas dari orang-orang yang terlibat dalam proses regenerasi. Sedangkan kaderisasi cenderung kepada proses regenerasi yang telah direncanakan sebelumnya, utamanya dari sisi kualitas. Sistem Kaderisasi telah melihat hal-hal kedepan terkait dengan resouces yang ada di organisasi, pos-pos mana yang haus segera diisi dari kekosongan, termasuk didalamnya bagaimana mencetak kader-kader yang handal serta terampil dan berpengetahuan dalam menjalankan organisasi sesuai pos nya kelak. Regenerasi dan kaderisasi merupakan suatu term yang wajib dijadikan ingatan pertama dan utama bagi bagian yang mengelola resource sumber daya manusia. Padanyalah dipertaruhkan masa depan organisasi, keberlagnsungan atau hidup matinya.

Beberapa waktu lalu saya pernah terlibat dalam kegiatan kerohanian islam di STIA LAN Jakarta (2005-2007). Saya ingat betul, dalam masa-masa itu organisasi terasa hidup dan aktif dalam berbagai kegiatan. Beberapa kader bahkan dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan lain di luar kegiatan Rohani islam oleh organisasi lain di lingkungan kampus. Hingga tahun 2007 akhir jelang 2008 dimana kader-kader dalam organisasi mulai merampungkan tugasnya sebagai mahasiswa di kampus tersebut, mulailah terasa arti dari suatu istilah regenerasi dan kaderisasi. Pada masa itu walaupun tidak terlalu memuaskan, pendahulu-pendahahulu dalam organisasi mampu menghadirkan kepengurusan baru dalam orgnasisai kerohanian islam. Tidak banyak yang dihasilkan dalam proses kaderisasi, karena sudah menjadi hal yang umum dalam organisasi-organisasi yang level maturity nya masih rendah kerapkali sering melupakan sistem kaderisasi dalam organisasi. Celakanya setelah proses regenerasi berlangsung, tampaknya tidak berjalan begitu mulus, masih terdapat campur tangan dominan dari personal-personal yang sebelumnya telah menjadi bagian dari pihak yang “tergusur” oleh proses regenerasi. Dalam kondisi yang seperti itu, organisasi tidak dinamis sehingga cenderung vakum dalam berkegiatan, terkahir adalah tidak jauh berbeda dengna pendahulunya, proses kaderisasi tidak berjalan, menurut informasi terkahir yang saya peroleh, kepengurusan yang sekarang bingung untuk mewariskan tongkat estafet organisasi kepada para juniornya. Suatu organisasi akan mati suri perlahan [dan mungkin seterusnya].

Kondisi bersebrangan tentang regenerasi dan kaderisasi pernah saya temui pada masa-masa duduk di bangku SMU. Ketersediaan resources berupa Manusia yang berkualitas, yang seakan tidak ada habisnya, serta sistem kaderisasi yang bagus menyebabkan organisasi terus hidup dan berjalan hingga saat ini. Saya ingat ketika minggu-minggu hadir di lingkungan SMU komplek Kolonel Masturi 64, saya diperkenalkan dengan beberapa organisasi-organisasi di sekolah seperti OSIS, Majelis Pertimbangan Kelas (MPK), Pramuka, PMR dan lainnya. Tampak begitu antusias serta dengan tingkat pemahaman organisasi yang tinggi (setidaknya menurut saya) senior-senior di SMU menjeaskan tentang masing-masing organisasi di atas. Sampai akhirnya saya ikut terjun di salah satunya. Saya aktif di OSIS selama 2 tahun, saya ikut terlibat dalam proses pengkaderan, baik sebagai peserta maupun sebagai mentor bagi junior-junior yang kelak akan duduk dalam organisasi. Terasa saat indah masa-masa tersebut, masa-masa terbaik munkgin dalam melihat proses regenerasi dan kaderisasi berjalan.

Pada kesempatan ini tentunya saya mengingatkan pada diri saya pribadi juga kepada aktor aktris organisasi, baik dilingkungan pemerintahan, perusahaan, LSM, parpol maupun kampus dan sekolah serta organisasi lainnya bahwa proses kaderisasi amat penting guna menunjang regenerasi organisasi. Tidak hanya pada unit yang mengelola sumber daya manusia sebagai penanggung jawab utama dalam hal ini melainkan seluruh pelaku dalam organisasi.

Tuesday, December 16, 2008

Kondangan

Suatu hal menarik di masyarakat kita adalah dalam hal memenuhi undangan atau lebih populer dengan istilah kondangan. Banyak makna tersirat dalam aktivitas ini.
Pertama adalah nilai-nilai silaturahim. Kerabat, keluarga jauh, teman lama, keluarga teman, bisa kenal, bisa dekat, bisa bersua kembali karena aktivitas ini, oleh karena itu anda pastinya setuju dengan poin nomor satu diatas kan?
Kedua, kondangan mengandung nilai-nilai sosial! Bayangkan budaya membawa sangu berupa amplop yang berisi sejumlah uang atau kebiasaan masyarakat pedesaan yang membawa sejumlah penganan, beras, sayuran, kue-kue ke acara kondangan tersebut.
Ketiga, kondangan juga banyak mengandung nilai-nilai ekonomis. Bayangkan dari pihak penyelenggara berapa besar biaya yang mereka keluarkan untuk menghelat acara serta menjamu para tamu undangan! Tempat, asesoris pesta, tenda atau gedung, kursi, meja, catering, transport, serta biaya tetek bengek lainnya. Belum lagi dari pihak yang datang alias dari tamu undangan yang hadir. Tidak sedikit biaya yang mereka keluarkan untuk datang ke acara tersebut. Biaya transport, konsumsi serta sangu untuk si empunya hajat!
Dalam kacamata saya yang pasti kondangan itu, nyenengin apalagi yang jauh coz bisa jalan-jalan sekaligus cari oleh-oleh yang unik sekalian nyoba makanan spesial ditempat yang dikunjungi tersebut. Terus kondangan tuh tambah silaturahim apalagi klo ke tempat temen-temen lama. Terus yang pasti lagi konsekuensinya yaaah itu dia..... keluar biaya gede 

Tuesday, September 09, 2008

Langkah Baru

Ah rasanya baru kemarin delapan agustus dua ribu delapan tuh. Toh rasanya baru beberapa hari saja terasa.

Sebulan rupanya sudah tidak berinteraksi dengan blog ini....

Pertama, saya hendak mengucapkan terima kasih atas doa restu dan kehadiran rekan-rekan sekalian yagn sudha menyempatkan diri hadir di acara resepsi pernikahan dan atau resepsi pernikahan kami, serta untuk rekan-rekan yang senantiasa mendoakan dan berhalangan untuk hadir dalam acara tersebut. Saya mengucapkan terimakasih serta memberi respek yang besar untuk rekan-rekan sekalian.

Kedua, saya hendak mengucapkan selamat menunaikan ibadah Puasa di bulan suci Ramadhan bagi rekan-rekan yang menjalankan, semoga puasa kali ini puasa terbaik dari yang pernah di tunaikan.

Ketiga, saya berdoa buat rekan-rekan sekalian yang masih belum dipertemukan jodohnya oleh Allah SWT, tenang, slow dunia belum kiamat sementara belum menemukan pasangan. Pastinya ada hikmah serta rahasia yang Allah jualah yang maha mengetahui hal tersebut. Tersenyumlah. Moga jika bertemu dengan jodoh adalah yang terbaik semoga Allah cepat mempertemukan dan jika sebaliknya, moga Allah yang maha berkehendak yang menetukan.

Itu ja kayanya di postingan awal ini.

Yah postingan pertama dengan status berbeda.

Now I am a Husband.

A New Responsibility

Maybe u Know what Uncle Ben said to Peter? A great power is a Great Responsibility right? J

Yeah now, its all part of my life.

Langkah baru

Sunday, July 27, 2008

Ultah?

Secara pribadi, sy kurang begitu suka dengan akronim ‘ultah’ yang berarti ulang tahun atau ungkapan-ungkapan sejenis yang menyiratkan makna yang sama. Apalagi seringkali akronim ini dinisbatkan dengan suatu bentuk acara foya-foya yang menghambur-hamburkan biaya. Namun saya setuju jika substansi ‘ultah’diarahkan dalam rangka refleksi diri. Sebagai bahan renungan bahwa usia kita terus bertambah, mengurangi jatah usia yang Allah tentukan. Yaah sebagai bahan refleksi tentunya, sebagai bahan renungan atas apa yang telah kita capai, serta atas apa yang akan akan hendak kita tuju.

Namun, sebuah ucapan dalam konteks ulang tahun menurut sy adalah sesuatu yang wajar. Sah-sah saja untuk saling mengucapkan, tentunya didasari dengan niat itu tadi, mengingatkan bahwa bertambahnya usia berarti berkurangnya jatah usia yang Allah berikan, serta sarana saling mengingatkan antar saudara se-iman tentang hakikat serta tujuan hidup yang sebenarnya.

Dalam konteks ini sy hendak mendediaksikan 2 buah lirik lagu buat temen-temen yang sedang berbahagia disana. 2 lirik ini sangat pas rasanya dan kalo ga berlebihan sy sebut amat bagus. Satu lirik dari jamrud, tentang ‘ultah’, satu lagi dari Mocca dengan judul Friend.

Hari ini, hari yang kau tunggu

Bertambah satu tahun usiamu

Bahagialah kamu

Yang kuberi, bukan jam dan cincin

Bukan seikat bunga atau puisi

Juga kalung hati

Maaf, bukannya pelit

Atau ga'mau ngemodal dikit

Yang ingin aku beri padamu

Do'a setulus hati

Reff: Semoga Tuhan melindungi kamu

Serta tercapai semua angan dan cita-citamu

Mudah-mudahan di beri umur panjang

Sehat selama-lamanya ... Amin

(Jamrud-Selamat Ulang Tahun)

Mocca - Friend

*If anyone can fill world with joy and happiness

And cast away all of my loneliness

Always there beside me when I am down

And never my face with a frown

It's you! YEs it is you my friend who can make it all come true

It's you! YEs it is true a friend in need is a friend indeed

If anyone can fill world with joy and happiness

And cast away all of my loneliness

Always there beside me when I am down

And never my face with a frown

When you arround I wrap my self in a pearly smile

When you're arround you light the bulb inside my head

When you arround I wrap my self in a pearly smile

When you're arround I dance and sway and kiss the ground..

repeat from *

When you arround I wrap my self in a pearly smile

When you're arround you light the bulb inside my head

When you arround I wrap my self in a pearly smile

When you're arround I laugh and sing out strong and loud!


Semoga Allah selalu memberikan yang terbaik buat Kmu Fren.

Jangan pernah berkecil hati dan berputus harapan yah.

Harapku ada satu buatmu. Semoga kelak kita bertetangga di Surga-Nya. Amiin

Wednesday, July 16, 2008

Selektif dan Tanggap terhadap Situasi dan Kondisi

Beberapa waktu yang lalu saya mendengar cerita dari seorang teman perihal status dalam pertemanan.. Setau saya dia memiliki etiket yang bagus ke setiap orang. Sampai pada suatu waktu, rupa-rupanya etiket dia selama ini disalah artikan oleh sebuah keluarga. Beberapa tahun lalu dia kenal dengan sebuah keluarga via ibunya dalam suatu acara bedah buku. Hubungan di jalin dengan baik tanpa berpikir ke arah yang lain olehnya, berkunjung pun tak segan ia lakukan ke keluarga tersebut. Malahan ia cepat akrab dengan anggota keluarga yang lain seperti bibi, anak perempuan serta nenek dari anak perempuannya.

Tanpa ada perasaan apapun. Yang dikembangkan adalah rasa kekeluargaan. Dia merasa nyaman dengan keluarga tersebut. Apalagi keluarga tersebut termasuk keluarga yang religi.

Sampai suatu waktu dia hendak menikah. Dia menyampaikan kabar tersebut ke keluarga tersebut. Yang terjadi adalah ibu dari keluarga tersebut merasa kecewa, sedih dan terpukul, karena diam-diam dia merasa yakin bahwa teman saya tersebut cocok menjadi pendamping putranya. Yang kebetulan kenal dengan teman saya tersebut.

Ada beberapa hal yang menarik menurut saya.

Pertama, pertemanan dapat dijalin dimana saja, tanpa mengenal batasan usia. Yah seperti teman saya tersebut, yang berkenalan dengan seorang wanita baya di sebuah acara bedah buku.

Kedua, dalam dunia pertemanan komunikasi haruslah dikembangkan dengan positif oleh kedua belah pihak. Seperti si Ibu yang hendak menjodohkan putranya dengan teman saya tersebut, namun hanya keinginan belaka yang tak disampaikan ke teman saya. Padahal jika dikomunikasikan dengan baik, tidak menutup kemungkinan teman saya akan menerima.

Ketiga, selektif dan tanggap terhadap situasi dan kondisi perlu diterapkan dalam pertemanan.

Hal ketiga ini yang menarik minat saya dalam menulis artikel ini. Rasa-rasanya aneh dan lucu yah jika hal tersebut diatas terjadi. Beberapa kali nyaris saya mengalami hal tersebut. Namun dengan sedikit keterampilan Saya mampu melewatinya dengan sukses J. Situasi seperti itu memang agak-agak menyulitkan bagi orang-orang tertentu. Betapa tidak, ketika kita tulus berteman dengan sesorang dan tanpa embel-embel apapun, kemudian dibelakang terjadi hal seperti diatas walaaah... bisa dibayangkan dong.

Kondisi yang menyenangkan bisa saja terjadi, ketika kondisi diatas terjadi, kemudian ada komunikasi yang simpatik antara kedua belah pihak, teman saya tersebut memang setuju. Maka yang tjadi adalah happy ending.

Pun sebaliknya kondisi yang tidak mengenakan dapat terjadi dengan skenario seperti diatas. Teman saya tersebut hendak menikah dengan pria lain, kemudian keluarga tersebut tau dan tidak menerima dengan lapang. Kebayang tentunya apa yagn bakal terjadi. Mungkin hubungan baik yang telah dibangun selama itu bisa pupus, menguap begitu saja.

Lalu apa yang mesti dilakukan??

Berteman dengan siapa pun itu bagus dan seharusnya terus dikembangkan. Namun seperti yagn saya sampaikan di poin ketiga di atas, dalam pertemanan haruslah selektif dan tanggap terhadap situasi dan kondisi yang terjadi. Itu saja kuncinya menurut saya.

Thursday, June 19, 2008

Aku Pilih Dia bukan Kmu

Kmu tau kenapa aku pilih Dia dan bukan memilih Kmu?
Serius ingin tau?
Subjektif memang dan merupakan hak asasi setiap manusia untuk memilih teman hidupnya.
Untuk itu aku pilih Dia. Bukan Kmu .
Pernah Aku membaca suatu artikel di suatu majalah remaja, kala itu sesorang memilih pasangan hidupnya karena hanya suatu peristiwa, artikel itu menceritakan bagaimana sekumpulan mahasiswa [aktivis tepatnya, ikhwan akhwat] sedang melakukan suatu kegiatan bakti sosial di suatu daerah, hujan lebat memaksa sekumpulan mahasiswa tersebut untuk berteduh di suatu Dangau. Entah waktu itu apa yang mereka bawa, lupa! Tiba-tiba dari sekelompok mahasiswa tersebut ada seorang wanita yang menghambur, lari begitu saja, membawa sesuatu menuju ke daerah yang menjadi tempat mereka berkegiatan.
Hujan masih mengalir.
Tak dinyana sebagian yang di Dangau terbengong-bengong. Mengapa wanita tersebut melakukan hal tersebut. Mengapa?
Apa lacur karena begitu penting sesuatu yang mereka bawa tersebut, untuk segera disampaikan ke tempat kegiatan mereka? Apa karena sebagian dari mereka telah menunggu sesuatu tersebut untuk digunakan? Atau apakah wanita itu sudah gila, berlari dibawah guyuran hujan?

Tuesday, February 26, 2008

Kenapa sopir Metromini/Bis Umum/Angkot/Mikrolet dsb suka ngebut?

Dalam beberapa kesempatan saya memperhatikan polah sopir angkutan umum dalam menjalankan ‘tugasnya’ sehari-hari. Ternyata eh ternyata sering ditemui banyak sopir yang suka ngebut! Salahkah?

Beberapa orang berpendapat bahwa hal seperti ini tidak lah bagus, ugal-ugalan, bisa membahayakan penumpang,sok-sok an dan lain-lain. “alaah mereka seperti itu karena ngejar setoran ajah”

Dalam beberapa kasus saya setuju dengan pendapat seperti itu.

Namun beberapa kasus menyajikan alasan lain dari ngebutnya mereka.

Pernah sy dengar percakapan antara kondektur dan sopir seperti ini “waah gawat neeh klo kita ga ngebut bisa terlambat masuk kerja neeh penumpang semua”. Atau juga “Bang, kebut bang, kemaleman ntar neeh nyampe rumah”, ujar kondektur kepada sopir.

Sering saya jumpai percakapan seperti ini dalam kendaraan umum.

Namun memang tidak dapat dipungkiri bahwa kebanyakan mereka ngebut itu untuk bersaing memperebutkan penumpang dari angkutan sejenis lainnya. Yaah kompetisi J

Tapi satu hal yagn sampai saat ini saya pegang….percayakan semuanya kepada Allah, tentunya lewat perantaraan sopir-sopir tersebut.

Jadi anda sekaliian ga usah panik or khawatir jika menemui kejadian seperti diatas.

Inysa Allah selamet koq